Dear Diary
Tapi seingat dan sepengetahuanku karena aku selalu menyimpan buku diary di rak bukuku. Ada 3 buku diary semenjak SMP. Aku sangat ingat dari SD sudah menulis diary tapi bukunya sudah hilang entah kemana, jadi yang tersisa hanya 3 buku ini.
Apa ada yang seperti aku masih suka menyimpan barang-barang lama ? dan salah satunya adalah buku diary. Ya. Sepertinya buku ini sangat sakral karena didalamnya begitu banyak cerita.
Dulu saat bahagia aku selalu menuliskan di dalam buku ini sampai dengan hal yang paling menyedihkan sekalipunpun. Tapi setelah aku membukanya kembali banyak juga cerita yang menyedihkan. Sebenarnya bukan menyedihkan tapi lebih tepatnya galau, galau labil pada masa ABG.
Setiap aku menulis di buku diary setelahnya aku selalu merasa lega. Rasanya seperti ada yang bisa diajak bicara dan yakin saja bahwa jaminannya benda mati itu bisa menyimban segala rahasia yang aku curahkan.
Merasa seperti di film-film aku menulis diary diatas bantal sambil tengkurap dik kasur. Jika bahagia aku bisa senyum-senyum sendiri dan jika sedih sudah pasti aku menangis seakan dunia ini tidak adil. Mengingat itu aku jadi malu sendiri. Sebegitukah aku ?.
Melihat lagi bagaimana tulisanku yang awut-awutan dan bahasa yang entah tidak bisa dipahami manusia sekalipun. Berdecak kagum juga saat melihat tulisanku yang sok dewasa dan dalam hati berkata “asli nih aku yang bikin?” atau “kapan aku bikin ini ? kayaknya enggak pernah deh”.
Buku diaryku selalu menceritakan bagiamana keluargaku, sahabat-sahabatku, pertama kali aku jatuh cinta dan punya pacar, ketika aku gagal masuk universitas impian, ketika aku galau dengan hal yang tidak jelas.
Tapi setelah melihat buku diaryku, aku sadar aku suka menulis dan bercerita. Dan buku diary ini adalah media untuk mengingat peristiwa-peristiwa penting dalam hidupku. Kadang aku juga pelupa, mungkin karena itulah aku sering menulis untuk mengingatkan diri sendiri.
Aku melihat di buku diaryku yang aku punya saat masih kuliah dan berhenti menulis diary semenjak 8 April 2013.
SUDAH SANGAT LAMA. Iya 10 tahun yang lalu. Kenapa selama itu ? aku sendiri tidak tahu. Mungkin akan aku cari tahu jawabannya saat aku sedang menulis blog ini juga.
Tapi di buku diary itu waktu 8 April 2013.
Adalah saat pertama kali aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Sampai aku lupa semua, lupa menulis kisah bahagia yang tidak pernah aku rasa sebelumnya. Karena cinta aku jadi melupakan semuanya sampai dengan aku patah hati sepatah-patahnya. Dan semenjak itu aku tidak pernah menulis lagi.

Komentar
Posting Komentar