Berdamai

Mungkin aku sudah berdamai dengan sendiri sudah lama sampai aku lupa rasa sakitnya. Mau diinget-ingetpun lupa rasa sakitnya waktu itu, karena menurutku sekarang aku jauh lebih baik dari luka yang pernah dibuat oleh keadaan. 

Prosesnya sangat amat tidak mudah, butuh waktu yang sangat lama. Sedikit kesabaran dan percaya pada diri sendiri termasuk kunci utamanya. Dan salah satunya percaya kepada Tuhan yang Maha Membolak-balikkan hati manusia. 

Sebelum semuanya terjadi mungkin salah satu yang aku alami adalah juga selalu berusaha berdoa dan mendekat kepada Pemilik Semesta. 

Entah bagaimana akhirnya tapi pada kenyataannya aku juga bisa tersenyum bahagia seperti sebelum-sebelumnya. Atau jangan-jangan hanya aku yang mendramatisir semuanya seakan akulah yang paling tersakiti di dunia ini. 

Namanya manusia, merasa seperti itu juga sangat manusiawi sekali. 

Jadi, sekarang saat aku sudah berdamai dengan diri sendiri aku mulai paham apa yang aku inginkan, mulai bisa menerima semua yang sudah digariskan untukku, mulai bisa membaca keadaan, mulai bisa merelakan dan masih banyak mulai bisa apapun. 

Aku tidak butuh pembuktian kepada orang lain karena ternyata yang aku butuhkan adalah aku bahagia luar dalam. Karena ketika hatiku damai otomatis semuanya juga akan mengikuti. 

Selalu berpikir positif untuk semua hal yang terjadi juga salah satu hasil nyata dari berdamai dengan sendiri.

Rasanya aku selalu bersyukur setiap hari untuk apa yang selalu aku dapatkan di dalam hidupku. Semuanya sudah sesuai porsi dari Tuhan untukku. Kenapa aku harus menyangkalnya. 

Tugasku sekarang adalah selalu memelihara dengan baik hubungan dengan Tuhan dan makhluk ciptaan-Nya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Day in My Life Ibu Rumah Tangga

Jadi Hobi Memasak

Menari-nari