Mereka
Dulu mereka sedekat itu. Tetapi sekarang bagai orang yang tidak kenal. Sama-sama menjauh untuk memenuhi kehidupan masing-masing. Mereka dulu juga suka bercanda pada hal sepele sekarang rasanya hendak menyapa saja begitu sulit.
Sebelumnya memang dulu mereka bukan siapa-siapa sampai suatu hari di waktu yang lalau mereka dipertemukan. Sedikit malu untuk saling mengenal sampai selalu menanyakan kabar setiap harinya.
Sebelum itu juga, dulu mereka hanya orang asing sampai menjadi orang asing lagi. Sungguh kalimat yang asing juga untuk ditulis.
Dari setiap hari yang selalu ramai bercerita, saling bertanya, memberi kabar, memberi harapan, memberi semangat, sampai menangis bersama. Tetapi sekarang dia sudah sendiri lagi. Hampa yang dia rasakan. Sedikit sakit hatinya.
Kekosongan hati, fikiran dan suasana membuatnya selalu merasa bersalah. Apa yang salah darinya sampai tiba-tiba ada yang menjauh.
Dia tidak bisa berpura-pura untuk semua baik-baik saja, hatinya hancur karena sudah diabaikan.
Siapa yang terlebih dahulu meninggalkan?.
Tidak ada yang tahu. Karena dia merasa dialah yang ditinggalkan terlebih dahulu.
Walaupun perih tapi dia harus menerima seleksi alam ini. Dia belum terbiasa dengan kesendirian. Dia takut menghadapi semuanya sendiri.
Perlahan dengan bertambahnya harapan baru, dia mulai tersenyum kembali meskipun harus sendiri.
Komentar
Posting Komentar