Memahami Isi Pikiran Kita Sendiri Melalui Pangeran Cilik

Dari cover seperti bacaan anak-anak, terdapat gambar anak kecil di atas planet. Entah plantet apa namanya.
Ketika membeli pertama kalinya di Gramedia memang sedikit tertarik dengan sampulnya. Mungkin bisa menambah bacaan ringan di rak buku.

Ternyata setelah dibaca perlahan, perhalaman jujur semakin pusing karena banyak makna tersirat di dalamnya.

Bacaan yang memang untuk orang dewasa tetapi cerita yang sederhana dari sudut pandang seroang anak-anak. Apakah dari sudut pandang orang dewasa lebih merumitkan?. Entahlah sepertinya iya, karena memang banyak sindiran untuk orang dewasa di cerita Pangeran Cilik dan seorang Pilot yang sedang tersesat di sebuah planet ini.

Banyak dialog sederhana antara  Pangeran Cilik dan Pilot tetapi maknanya sangat luar biasa. Aku mengira orang dewasa itu dapat memahami segalanya termasuk buku ini. Nyatanya tidak semudah itu. Aku merasa aku yang orang dewasa saja sedikit banyak memang sulit untuk memahaminya.



Pemikiran, pertanyaan dan pernyataan dari Pangeran Cilik ini begitu polos. Kenapa sepertinya orang dewasa yang sulit memahaminya.

Begitulah dunia anak-anak, pemikirannya selalu membuat kita terpana. Mereka punya cara tersendiri untuk bertanya dan menjawab persoalan.  Kadajg kita yang membuatnya menjadi lebih rumit.

Sepertinya sang Penulis memang sengaja membuat pembaca dapat memahami makna filosofi di dalamnya dengan pemahaman yang berbeda, karena ya begitulah orang dewasa dengan berbeda-beda pemahamannya.

Sang penulis, Antoine de Saint-Exupéry. Antoine merupakan seorang pelopor dunia penerbangan komersial di Eropa, Amerika Selatan, dan Afrika.

Dikutip dari lama terakhir biografinya, Le Petit Prince (Pangeran Cilik) adalah buku klasik anak-anak yang memiliki pesona tak lekang oleh waktu dan daya tariknya melampaui batas usia dan kebangsaan sehingga menjadikannya buku berbahasa Prancis yang paling banyak diterjemahkan. Ditulis dakan pengangsingan pada masa perang oleh pria dewasa yang sejang in action, yang dipaksa, dan dibayangu situasi krisis di negara asalnya, membuat mereka yang akrav dengan kehidupan dan kematian.  Saint -Exuupery berpendapat Le Petit Prince ( Pangeran Cilik ) adalah sepotong autobiografi upaya untuk meredam kesulitan pernikahannya, atau untuk mengikis masa kini agar bisa terus mengenang dunia kanak-kanak atau bahkan merupakan ucapan selamat tinggal atas kepergiannya yang misterius.


Selanjutnya ada beberapa part yang aku suka untuk membacanya adalah pada bagian ke tujuh dan hari kelima saat sang Pilot masih tersesat di sebuah planet tersebut.  Tentang percakapan pangeran cilik yang bertanya untuk apa kegunaan duri pada bunga. Dan orang dewasa menjawab dengab asal bahwa tidak ada gunanya semata-mata habya sifat jahat bunga saja. Pangeran Cilik pun tidak percaya.  Terkadang memang anak kecil juga berbicara layaknya orang dewasa dan terkadang kita menanggapi serius perkataan mereka.

Mungkin aku harus membaca sepuluh kali lagi atau lebih untuk memahami isi buku ini. Atau berdiskusi dengan teman-teman yang sudah paham mengenai kehidupan Pangeran Cilik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Day in My Life Ibu Rumah Tangga

Jadi Hobi Memasak

Menari-nari